Kategori
Teknologi

CyberGhost VPN Tambah Server, Kini Ada di 100 Negara

Selamat datang Obat Sakit Tipes Mujarab di Portal Ini!

Jakarta – CyberGhost VPN Tambah Server, Kini Ada di 100 Negara

Penyedia layanan Virtual Private Network (VPN) CyberGhost baru-baru ini memperluas jaringan server VPN-nya ke 100 negara. Koalisi Desak KLHK Tetapkan Monyet Ekor Panjang dan Beruk Sebagai Satwa Dilindungi

Jaringan server CyberGhost yang luas menawarkan pelanggannya berbagai lokasi di seluruh dunia. Saat ini, mereka menjalin kemitraan dengan PT Kharismaworld Ednik Notoroyo (Ken) untuk melayani pelanggan di negara-negara Asia Pasifik.

Menurut PT Kane, alasan kemitraan ini adalah untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan privasi online dan keamanan siber. Memudahkan dalam mengakses dan mengakses VPN global secara lokal

“Bermitra dengan penyedia privasi digital kelas dunia seperti CyberGhost VPN adalah peluang besar tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi pelanggan yang ingin melindungi privasi dan melindungi data pribadi mereka,” kata Eddie Kahino, CEO PT Ken.

Langganan tahunan paket CyberGhost VPN kini tersedia di saluran komersial dan ritel PT Kane di Indonesia. Pelanggan dapat memanfaatkan penawaran menarik dari mereka di Tokopedia dan Shopee

Biaya berlangganan tahunan paket CyberGhost adalah Rp 500 ribu dan dapat digunakan hingga tujuh perangkat secara bersamaan. Paket berlangganan mencakup sejumlah fitur keamanan tambahan, seperti pemblokiran iklan dan pemantauan pelanggaran data melalui Identity Guard.

PT.Ken merupakan perusahaan distribusi software yang penjualannya menjangkau pelanggan di kawasan Asia Pasifik. PT Kane merupakan PT Kharisma Inside Mandiri Sejahtera yang merupakan distributor resmi produk keamanan McAfee di kawasan Asia Pasifik. CyberGhost VPN Tambah Server, Kini Ada di 100 Negara

Sementara itu, Cyberhost VPN merupakan penyedia layanan VPN pertama yang didirikan pada tahun 2011 Mereka mengklaim memiliki jaringan server 10Gbps dengan bandwidth tidak terbatas Ketersediaan server tersebar di 100 negara dan lebih dari 120 lokasi berbeda Tonton video “iPhone 15 Pro tidak memuaskan pengguna, kenapa? ” (asj/asj)